Ketika Ramadhan Kehilangan Makna bagi Remaja
Oleh Aulia
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah, di mana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa, yaitu menahan diri untuk tidak makan dan minum dari waktu fajar hingga maghrib, selama satu bulan penuh. Bulan yang dikenal sebagai "Rajanya Bulan" karena ada limpahan berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT ketika kita melewatinya ini, tak jarang disia-siakan oleh remaja muslim, dan puasa Ramadhan pun dianggap sekadar rutinitas tahunan. Kenapa bisa begitu?
Bulan yang mulia ini sering kali disia-siakan karena mayoritas remaja muslim mengisinya dengan aktivitas yang mubah atau tidak berpahala, seperti tidur, main gadget, nonton film, dan aktivitas lainnya; bahkan tak jarang dihabiskan untuk hal-hal yang Allah haramkan, misalnya ghibah, berkumpul antara yang bukan mahram saat bukber, ngabuburit bareng pacar, dan sebagainya.
Maka ini menjadi bahan evaluasi bagi diri kita, sudahkah kita benar-benar memahami pentingnya bulan Ramadhan atau hanya menganggapnya sebagai momen rutinan tiap tahunnya?
Tujuan jelas dari adanya bulan Ramadhan tercantum dalam Q.S. Al-Baqarah: 183, yakni "Agar kalian bertakwa". Maka, tujuan sesungguhnya dari puasa Ramadhan adalah fondasi keimanan kita agar menjadi orang-orang yang semakin bertakwa, bukan sekadar menahan dahaga dan hawa nafsu.
Makna takwa sendiri adalah ketundukan secara total terhadap apa yang Allah perintahkan dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ini artinya, Ramadhan adalah bulan di mana kita harus melatih diri untuk sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih taat.
- Yang awalnya lisan ini sering menggunjing dan berkata kasar, maka berlatihlah untuk menahannya.
- Yang dulu masih tenang membuka aurat di dunia nyata maupun maya, berusahalah untuk menutupnya secara sempurna.
- Yang biasanya panca indra ini sering digunakan untuk bermaksiat, maka tinggalkanlah aktivitas buruk itu dan menjadi hamba yang lebih baik.
Takwa tak hanya dalam lingkup ibadah kepada Allah, tetapi ada keharusan untuk kita menjalankan seluruh aturan agama-Nya, yaitu sampai lingkup ibadah kepada diri sendiri dan sesama manusia (muamalah).
Allah menjanjikan keberkahan bagi negeri yang beriman dan bertakwa. Keberkahan ini datang ketika umat Islam termasuk generasi muda di dalamnya beriman dan bertakwa. Oleh karena itu, mari maknai Ramadhan kali ini dengan menjadi remaja muslim yang semakin bertakwa. Pahami esensi bulan mulia ini dan senantiasa berubah lebih taat. Karena pada dasarnya kita tidak pernah tahu, apakah kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun depan.
Komentar
Posting Komentar