RUSAKNYA GENERASI DALAM SISTEM KAPITALIS SEKULER

 


Oleh : Neng Wati 

Belum lama ini Federasi Serikat Guru Indonesia ( FGSI ) mencatat 4 kasus perundungan di lingkungan sekolah dari total 16 kasus selama Januari-Juli 2023. Dari 16 kasus tersebut, 4 di antaranya terjadi pada Juli 2023. Kata sekjen FGSI. Heru Purmono, Jum'at  04/08/2023. 
FGSI menerangkan 16 kasus perundungan terjadi di beberapa satuan pendidikan. Mayoritas terjadi di SD 25%, SMP 25%, SMA 18,75%, dan SMK 18,75%  sedangkan di MTs 6,25%, dan Pondok pesantren 6,25%. Adapun 4 kasus perundungan  yang terjadi selama Juli 2023., yaitu perundungan terhadap 14 siswa SMP di Kabupaten Cianjur mengalami kekerasan fisik di karenkan terlambat ke sekolah, ada pula kekerasan fisik dijemur dan ditendang yang di lakukan kakak kelas. Kasus lain terjadi di salah satu SMAN di kota Bengkulu dimana salah satu siswa yang didiagnosa automium mengalami perundungan dari 4 guru dan sejumlah teman sekelasnya. (detik.com)

Banyaknya kasus bullying yang terjadi di negeri ini, lahir akibat diterapkanya sistem Pendidikan sekuler. Sistem ini telah mencetak generasi rusak yang tidak beradab, serta gagal dalam mencetak generasi yang shaleh serta berakhlak mulia. Peran orangtua sebagai pendidik utama tidak berjalan dengan baik. Sistem Sekular-Kapitalis menyebabkan orangtua abai dalam proses pendidikan anak. Padahal keluarga adalah basis pendidikan utama. Rumah sejatinya adalah madrasah bagi anak.
Sementara itu, sekolah sebagai institusi pendidikan, alih-alih mencetak generasi muda yang berkualitas, memiliki kepribadian yang kuat sesuai dengan tujuan Pendidikan, justru menghasilkan generasi muda yang banyak masalah. Generasi hanya peduli dengan nilai semata, tanpa memperdulikan akhlak dan adab terhadap sesama. Maka bukan hal yang aneh jika satu sama lain saling membully dan mengolok-olok saudaranya, padahal Allah berfirman : 
"Wahai orang orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,(karena)boleh jadi mereka (yang diperolok-olokan) lebih baik dari mereka ( yang mengolok-olok )…..." Al- Hujurat [49]:11.
Serta dalam sabda Rasulullah saw, " Mencela seseorang muslim adalah kefasikan (dosa besar) dan memerangi mereka adalah kekafiran " ( HR. Bukhari no 48 dan Muslim no 64). 
Namun karena sistem Kapitalisme yang diterapkan, generasi saat ini sudah tidak peduli lagi dengan aturan Allah dan Rasulnya. Bagaimana Sanksi yang diterapkan juga tidak tegas dan tidak dapat diselesaikan dengan tuntas. 

Berbeda dengan sistem Islam. Pendidikan dalam Islam adalah hak setiap individu dan kewajiban penguasa untuk memenuhinya. Islam mewajibkan pemeluknya untuk belajar. Ada pahala yang besar di sisi Allah Swt. Karena itu pendidikan memiliki posisi yang penting dalam masyarakat Islam. Melalui pendidikan, pemikiran Islam akan tetap terjaga di tengah kaum muslim dari generasi ke generasi. Pendidikan yang dimaksud adalah sebuah proses manusia menuju kesempurnaan yang diridai oleh Allah Swt. Rasulullah saw. telah memberikan tuntunan dan contoh yang luar biasa bagi peserta didik. Karena itu akidah Islam wajib menjadi dasar pemikiran (fikrah) pendidikan Islam dan metodologi penerapannya (thariqah).

Tujuan dari pendidikan adalah membangun kepribadian Islam serta penguasaan ilmu kehidupan. Hasil belajar (output) pendidikan Islam akan menghasilkan peserta didik yang kokoh keimanannya, memiliki adab dan akhlak yang mulia serta mendalam pemikiran Islamnya. Pengaruhnya bisa dilihat dari keterikatan peserta didik terhadap hukum Allah Swt., rasa takut senantiasa hadir dalam kesehariannya.
Maka sudah saatnya kita menerapkan sistem Islam dalam setiap aspek kehidupan dengan terwujudnya Khilafah yang akan melindungi generasi, sebagai pilar peradaban. Wallahu’alam


Komentar

Postingan Populer

Pengunjung

Flag Counter