Karhutla membara rakyat semakin sengsara.


Oleh : Rusmiyanti

Pembakaran hutan yang di lakukan oleh para penguasa beberapa pekan ini kembali di lakukan,setelah sebelumnya di tahun 2015 lalu pernah terjadi.

Akibat pembakaran hutan dan lahan gambut menyebabkan asap yang pekat. Kabut asap yang melanda di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan telah menjadi musibah bagi masyarakat yang cakupan nya sangat luas. Di Sumatera terjadi di propinsi Riau,Jambi,Sum-sel dan di Kalimantan Palangkaraya, dan pembakaran hutan bukan hanya menghanguskan puluhan ribu hektar lahan dan hutan saja,tetapi telah memakan korban jiwa juga.

Ternyata pemerintah kembali gagal melindungi jutaan jiwa dari kabut asap. Kabut asap sendiri tidak bisa di hilangkan dengan hujan buatan terkecuali dengan hujan alamiah, alhasil kabut asap telah sampai juga ke negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

    Penderitaan yang sangat luar biasa bagi masyarakat,hanya untuk menghirup udarapun mereka tidak bisa, akibat asap beracun dari karhutla banyak anak- anak bayi,ibu hamil,manula bahkan ratusan ribu jiwa terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bukan hanya itu untuk melihat mata terasa perih,pusing bahkan kematian pun tidak bisa di hindarkan lagi. Kehidupan normal dan perekonomian masyarakat ikut terganggu,puluhan penerbangan di hentikan,sekolah-sekolah di liburkan bahkan untuk bernapas di dalam rumah mereka merasa susah karena racun asap.

    Kelalaian negara telah memberikan hak konsesi kepada korporasi perkebunan adalah penyebab keganasan kabut asap yang telah menyengsarakan rakyat. Islam di datangkan oleh Allah SWT sebagai penyelasai persoalan kehidupan manusia bahkan penyejahtera bagi seluruh alam. "Dan kami turunkan Al qur'an kepada mu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk ,serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri". (Muslim). Begitupula Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kedunia adalah untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Al-Anbiya:107). Bukan hanya untuk membawa rahmat bagi manusia tetapi juga untuk hewan,tumbuh -tumbuhan,tanah,air udara dan semua hal yang di cakup alam semesta.
 
   Kerusakan hutan mengancam semua makhluk bumi karena hutan adalah sumber utama air,oksigen(o2) dan penetral racun dalam udara. Hutan adalah paru paru dunia. Maka dari itu kita wajib mengembalikan hutan dan lahan gambut kepada syariat penciptanya, yaitu dengan mengembalikan kehidupan islam secara kaffah dalam naungan Khilafah. Kebutuhan Khilafah bukan saja menjadi kebutuhan gambut,Indonesia dan dunia, Khilafah adalah syariat islam yang di wajibkan Allah SWT kepada kita semua.

Wallahu Alam.

Komentar

Postingan Populer

Pengunjung

Flag Counter