Nikmat Kita, Bakal Dipertanggungjawabkan!
Oleh Aulia Aula D.
Pernahkah kita berpikir kalau ternyata nikmat yang kita punya bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga akan ditanya? Allah Swt. berfirman, “Kemudian pada hari itu kalian benar-benar akan ditanya tentang nikmat.”(QS At-Takatsur [102]: 8). Kesehatan, waktu luang, uang, usia, bahkan masa muda yang sering kita anggap biasa ternyata semuanya adalah amanah. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa manusia akan ditanya tentang umurnya, masa mudanya, hartanya—dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan—serta ilmunya. Jadi, bukan cuma “punya apa?”, tapi juga “dipakai buat apa?”
Mari lihat keseharian kita. Waktu luang lebih sering habis untuk scroll tanpa henti, kesehatan dipakai untuk hal yang sia-sia, masa muda dihabiskan untuk mengejar kesenangan, sementara ibadah sering jadi nomor sekian. Padahal Rasulullah SAW menyebut kesehatan dan waktu luang sebagai dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya (HR Al-Bukhari). Begitu juga dengan harta. Banyak atau sedikit, semuanya akan ditanya. Kisah Abdurrahman bin Auf ra. juga bisa jadi pengingat buat kita. Beliau yang kaya raya justru sangat khawatir hartanya membuat hisabnya panjang, sehingga beliau banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Jadi, ayo mulai ubah cara kita memandang nikmat! Jangan cuma senang ketika mendapatkannya, tapi juga pikirkan bagaimana kita mempertanggungjawabkannya. Punya waktu? Gunakan untuk hal yang bernilai. Diberi kesehatan? Maksimalkan untuk taat. Diberi harta? Jangan lupa berbagi dan gunakan di jalan yang Allah ridhai. Dan yang paling dekat dengan kita: masa muda. Jangan sampai masa yang katanya “cuma sekali” justru menjadi masa yang paling kita sesali di akhirat nanti. Karena pada akhirnya, yang keren bukan sekadar punya banyak nikmat, tapi berhasil menggunakan nikmat itu untuk mendekat kepada Allah.
Komentar
Posting Komentar