Selamatkan Anak-anak Indonesia dari Paparan HIV/AIDS
Berdasarkan fakta yang
telah dipaparkan, dekadensi moral di Indonesia, terutama perilaku seks bebas
dan LGBT, dampaknya sudah memapar anak-anak. Ironisnya, setelah mengidap HIV/AIDS,
mereka juga mengalami diskriminasi dari masyarakat, sehingga penyakit fisik
yang mereka alami diperparah oleh tekanan psikologis. Dengan demikian,
pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menangani masalah ini. Akan
tetapi, alih-alih mengambil tindakan preventif dengan melarang seks bebas
secara tegas, pemerintah malah hanya mengambil kebijakan kuratif seperti
menangani korban aborsi. Selain itu, negara justru mengampanyekan bahaya pernikahan
dini dan mengampanyekan penggunaan kondom untuk berhubungan seks, padahal
penggunaan kondom sama sekali tidak menjamin berhentinya penularan HIV/AIDS.
Jika diperhatikan,
pangkal dari persoalan ini adalah diberlakukannya sistem sekuler-liberal oleh
negara. Dalam sistem ini, setiap individu diperbolehkan untuk melakukan apa
saja, termasuk perilaku seks bebas, pergaulan bebas, dan LGBT. Nilai-nilai
sekuler-liberal ini masuk ke tengah-tengah masyarakat melalui bacaan, tontonan,
lagu-lagu, penyuluhan, dan sebagainya. Jika hal ini dibiarkan, kehidupan generasi
muda Indonesia khususnya anak-anak tentu akan semakin rusak.
Apabila
kita merujuk pada aturan Islam, solusi atas permasalahan ini adalah dengan
mencegah perilaku seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya dengan menerapkan
sanksi yang tegas. Allah SWT berfirman, “Pezina wanita dan pezina laki-laki,
cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali cambukan” (T.Q.S. An-Nur
[24]: 2). Di samping itu, pembinaan akidah menjadi hal utama yang wajib dijalankan
negara. Negara juga harus menjauhkan pemikiran dan kehidupan masyarakat dari
ide-ide sekuler-liberal. Jika hal ini diterapkan sebagaimana mestinya, generasi
muda Indonesia khususnya anak-anak akan terjauh dari bahaya HIV/AIDS maupun penyakit
menular seksual lainnya.
Komentar
Posting Komentar