Tahun Baru Hijriyah, Ummat Butuh Khilafah
Oleh : Rusmiyanti
Allah SWT telah menciptakan dua belas bulan dalam satu tahun. Tak terasa kita telah memasuki bulan Muharram, bulan pertama yang menurut perhitungan Islam. Di bulan Muharram ini ummat Islam lebih mengenal sebagai bulan hijrahnya atau perpindahan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah bersama para sahabat dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, yaitu akidah dan syariat Islam. Muharram merupakan sarana ummat Islam untuk bermuhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan untuk menentukan rencana kedepan yang lebih baik lagi.
Hijrah merupakan momen penting dalam sejarah perjuangan pada saat itu yang belum mengenal Islam secara kaffah. Dalam Islam sendiri, hijrah bermakna meninggalkan apa yang dibenci oleh Allah menuju apa yang dicintai-Nya. Perintah berhijrah pun terdapat dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah (2) : 218, yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lainnya. Dengan mengacu hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tersebut, beberapa ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan.
Kebutuhan ummat Islam saat ini adalah ingin dierapkannya syariat secara kaffah. Karena yang diemban oleh para penguasa di negeri saat ini adalah sistem sekuler yang sangat nampak kerusakannya di muka bumi ini. Ummat ingin mengembalikan khilafah sebagai negara Islam dengan dipimpin oleh seorang khalifah agar ummat merasakan keadilan dan juga kesejahteraan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditangguhkan lagi. Karena hambatan untuk menegakkan kembali khilafah justru datang dari para penguasa sendiri. Penguasa yang diktator yang memaksakan kehendak.
Pada momen peringatan tahun baru hijriyah beberapa hari yang lalu, membuktikan bahwa ummat ingin hidup layak dan juga ada yang melindungi dirinya sebagai masyarakat. Bukan diperlakukan sebagai sapi perah, yang selalu mendapatkan tekanan, himpitan dalam ekonomi, sosial, dan juga politik yang sangat merugikan rakyat. Sistem ekonomi riba dibiarkan, bahkan negara merupakan pelaku utamanya dengan menumpuk hutang. Dalam sosial, kebejatan moral masih marak di negeri ini. Perzinahan, LGBT, korupsi, juga pembunuhan terus saja terjadi, serta dunia politik yang masih kental dengan sistem kapitalis yang semakin menunjukkan kebobrokannya. Alhasil, ummat saat ini sangat merindukan khilafah yang mengatur sistem secara kaffah dalam menerapkan semua aspek dalam kehidupan. Dan khilafah adalah janji Allah yang tidak mungkin diingkari.
Allah SWT telah menciptakan dua belas bulan dalam satu tahun. Tak terasa kita telah memasuki bulan Muharram, bulan pertama yang menurut perhitungan Islam. Di bulan Muharram ini ummat Islam lebih mengenal sebagai bulan hijrahnya atau perpindahan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah bersama para sahabat dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, yaitu akidah dan syariat Islam. Muharram merupakan sarana ummat Islam untuk bermuhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan untuk menentukan rencana kedepan yang lebih baik lagi.
Hijrah merupakan momen penting dalam sejarah perjuangan pada saat itu yang belum mengenal Islam secara kaffah. Dalam Islam sendiri, hijrah bermakna meninggalkan apa yang dibenci oleh Allah menuju apa yang dicintai-Nya. Perintah berhijrah pun terdapat dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah (2) : 218, yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lainnya. Dengan mengacu hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tersebut, beberapa ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan.
Kebutuhan ummat Islam saat ini adalah ingin dierapkannya syariat secara kaffah. Karena yang diemban oleh para penguasa di negeri saat ini adalah sistem sekuler yang sangat nampak kerusakannya di muka bumi ini. Ummat ingin mengembalikan khilafah sebagai negara Islam dengan dipimpin oleh seorang khalifah agar ummat merasakan keadilan dan juga kesejahteraan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditangguhkan lagi. Karena hambatan untuk menegakkan kembali khilafah justru datang dari para penguasa sendiri. Penguasa yang diktator yang memaksakan kehendak.
Pada momen peringatan tahun baru hijriyah beberapa hari yang lalu, membuktikan bahwa ummat ingin hidup layak dan juga ada yang melindungi dirinya sebagai masyarakat. Bukan diperlakukan sebagai sapi perah, yang selalu mendapatkan tekanan, himpitan dalam ekonomi, sosial, dan juga politik yang sangat merugikan rakyat. Sistem ekonomi riba dibiarkan, bahkan negara merupakan pelaku utamanya dengan menumpuk hutang. Dalam sosial, kebejatan moral masih marak di negeri ini. Perzinahan, LGBT, korupsi, juga pembunuhan terus saja terjadi, serta dunia politik yang masih kental dengan sistem kapitalis yang semakin menunjukkan kebobrokannya. Alhasil, ummat saat ini sangat merindukan khilafah yang mengatur sistem secara kaffah dalam menerapkan semua aspek dalam kehidupan. Dan khilafah adalah janji Allah yang tidak mungkin diingkari.
Komentar
Posting Komentar