Sistem Fasad Melahirkan Kader-Kader Sekuler



Oleh : Yeyen

Tepat pada tanggal 11 November lalu,  dunia pertelevisian digegerkan dengan berita yang cukup membuat tergelitik, pasalnya,  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, menyebutkan ketidak setujuannya mengenai perda syariah yang kini sedang diperbincangkan oleh semua kalangan. Karena menurutnya bertentangan dengan toleransi beragama yang ada saat ini,  bahkan dalam pidatonya tersebut, dia menyebutkan akan membawa 3 misi apabila ia masuk ke dalam parlemen :

 1.  memproteksi para pemimpin reformis ditingkat nasional dan lokal dari gangguan para politikus hitam.
2  .  ingin menghentikan praktek pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen
3  .   ingin mencegah lahirnya ketidak adilan diskriminasi dan seluruh tindak intoleransi di Indonesia
Baru perda saja, tapi ketakutan mereka begitu menggelora apalagi ketika diterapkannya aturan Islam untuk seluruh dunia mungkin sudah kocar-kacir kehabisan ide untuk menyusun strategi baru yaitu berusaha sebisa mungkin untuk menghalanginya.
Inilah sistem demokrasi,  yang melahirkan beberapa pilar yaitu pluralisme, sekulerisme dan liberalisme dan menganggap semua agama adalah benar (pluralisme)  padahal pada faktanya Allah SWT berfirman dalam TQS. Al- Imran (19) yang artinya:
"Bahwa sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah islam"
Ini sudah jelas sekali bahwa yang berbicara itu bukan manusia tapi Pencipta manusia itu sendiri yaitu Allah SWT, tapi pada faktanya disistem demokrasi kapitalisme ini tidaklah demikian aturan yang mereka pakai adalah aturan buatan manusia yang penuh dengan kebebasan dalam hal apapun sehingga pantas saja ada perda syariah ditolak dengan berbagai argumen. Karena itu,  mereka mencoba mempertahankan pluralismenya, liberalismenya dan sekulerismenya supaya aturan ini tetap eksis di tanah air ini dengan berdalih bahwa di Indonesia itu bukan hanya Islam saja sebagai agama tapi banyak agama lain seperti Kristen, Hindu,  Budha, dll, yang pastinya keberatan dengan diberlakukannya perda syariah ini karena dianggapnya intoleransi terhadap agama lain.



Bagaimana Islam memandang?
Islam memandang bahwa kekisruhan perda syariah yang ada saat ini adalah, karena diakibatkan pemahaman Islam yang ada di benak - benak kaum muslimin itu tidak utuh, yang mereka lihat dari perda syariah ini, hanya dari sudut negatifnya saja, misalkan cambuk atau rajam bagi penzinah dan minum khamer,  potong tangan bagi pencuri, dijatuhkan dari tempat ketinggian bagi kaum gay dlsb. Padahal pada faktanya tidak seseram yang dibayangkan, kenapa? Karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan aturannya ini turun langsung dari penciptanya itu sendiri yaitu Allah SWT, yang akan menyelamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya . Kita bisa lihat saja dalam Siroh Nabawiah bahwa keagungan Islam itu begitu dirindukan bukan hanya oleh muslim saja tapi non muslim pun bisa merasakan keadilan dalam Islam, bahkan nyawa non muslim pun bisa berharga ketika dia mau mentaati perintah khalifah yaitu , dengan membayar jizyah  ke Daulah (negara). Maka kehidupan dirinya akan di lindungi oleh Daulah. Ini menunjukan bahwa Islam itu sangat toleransi terhadap semua agama dan toleransi itu adalah membolehkan mereka melakukan apa yang menurut mereka benar dilingkungan mereka, asalkan tidak mengajak kaum muslimin untuk masuk kedalam agama mereka. Dari sini sudah jelas bahwa tidak ada cara lain selain mencampakan demokrasi itu dari benak - benak kaum muslimin dan diganti dengan pemahaman Islam yang menyeluruh yaitu bahwa Islam adalah solusi atas seluruh permasalahan yang ada sehingga umat bisa sadar bahwa sesungguhnya,  Islam itu tidak mesti ditakutkan eksistensinya tapi dirindukan keberadaannya. Tentunya hal ini hanya bisa terwujud ketika pemahaman yang diberikan kepada umat adalah pemahaman Islam yang kaaffah sehingga umat sendirilah yang menginginkan Islam menjadi aturan kehidupan bagi mereka
Wallahu alam bi ash shawab.

Komentar

Postingan Populer

Pengunjung

Flag Counter