Yakin dengan Khilafah
Oleh Ai Sri Heryani
Miris memang,
dengan pernyataan menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Baru-baru ini beliau
meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan untuk tak menerima
peserta yang memiliki pemikiran dan ide mendukung paham khilafah sebagai
aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia juga meminta
agar masyarakat yang mendukung ide khilafah untuk tak perlu ikut bergabung
sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kebijakan yang
dikeluarkan tersebut menyasar umat Islam dan Syariat Islam, kebijakan ini
tentunya berbau Islamophobia yang menjadi ancaman terhadap ASN. Selain itu
Menag meminta pihak Kementerian dan lembaga pemerintahan untuk tidak menerima
peserta CPNS yang mempunyai pemikiran tentang ide Khilafah katanya" jangan
diterima di ASN."
Sebenarnya apa
yang salah dengan Khilafah? Yang mempunyai pemikiran tentang Khilafah itu
adalah orang mempunyai pemikiran yang cemerlang, Khilafah adalah ajaran Islam
dan tidak bertentangan dengan hukum yang ada di Indonesia. Sebenarnya Menag
sendiri menyadari Khilafah tidak dilarang dalam regulasi di Indonesia seperti
undang-undang dan belum pernah ada para ulama yang menyatakan bahwa Khilafah
dilarang, namun katanya faham Khilafah harus diwaspadai penyebarannya di tengah
masyarakat salah satunya ditujukan pada CPNS.
Pernyataan yang
berbau Islampobia seperti itu sebenarnya tidak asing kita dengar, yang
sebelumnya ada ASN yang diberhentikan dengan paksa, sertifikasi penceramah,
pendaftaran majelis taklim, revisi buku-buku agama disekolah dan masih banyak
lagi yang lainnya, semua menyasar Islam dan Syariat Islam, Islampobia juga
sangat kental terasa dalam bebagai pernyataan seperti perlunya pengawasan
terhadap mesjid-mesjid yang harus diwaspadi dakwahnya.
Sungguh miris,
Islampobia tampaknya sangat membabi buta dinegeri ini dan sebegitu takutnya
dengan Khilafah padahal negeri kita ini adalah mayoritas penduduknya muslim,
sebagian masyarakat dibuat ketakutan dan geram akan adanya pernyataan tentang
Khilafah sehingga mereka terlihat abai akan adanya ketaatan kepada Allah karena
banyak ditakut-takuti dan diancam ini itu dalam berbagai aktivitasnya sehingga
memilih untuk tidak mau tau apa itu Khilafah padahal mungkin sebagian besar
maryarakat menyadari akan pentingnya Khilafah tegak di saat ini dengan rezim
yang sangat menyengsarakan masyarakat dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan, kebijakan yang harusnya menjadi solusi dalam hidupnya tapi malah
menjadi beban dalam pikiran dan bahkan menjadi beban dalam kehidupan
sehari-harinya.
Khilafah adalah
ajaran Islam salah satu bentuk perwujudan hukum Allah secara kaffah, Khilafah
adalah sistem pemerintahan Islam, warisan Rosululloh yang dimasa lalu pernah
memimpin dua pertiga dunia dalam satu kesatuan pemerintah (tahun 632-1924 M)
serta berhasil membawa kesejahteraan, kedamaian, dan keadilan bagi seluruh umat
manusia pada zamanya, Khilafah adalah penebar kebaikan bagi umat manusia
sehingga menjadi kewajiban kita untuk memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah,
Khilafah adalah solusi dari berbagai permasalahan yang ada dimuka bumi ini,
apapun masalahnya Khilafah akan menjamin solusi yang terbaik untuk umatnya.
"Dan
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap
menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan
barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah
orang-orang yang fasik" (Q.s An-nur : 55).
Walahu a'lam bish sowab.
Komentar
Posting Komentar