Tagar Uninstall Menjadi Trending

Oleh: Bella Dinar

Uninstall merupakan istilah kata untuk melepaskan pemasangan suatu aplikasi dalam computer/ telepon pintar. Bahasa pemrograman computer tersebut sedang menjadi tren di media sosial saat ini. Penggunaan kata uninstall oleh warganet yang diikuti dengan nama pemimpin negeri ini menjadi tranding di twitter Indonesia bahkan dunia.
Jika biasanya seseorang akan melakukan uninstall pada sebuah aplikasi dikarenakan aplikasi tersebut sudah rusak atau karena memang dianggap tidak lagi bermanfaat dan menemukan aplikasi lain yang lebih baik performanya. Inipun yang saat ini tengah dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Indonesia yang merupakan pengguna twitter kelima terbanyak diseluruh dunia, menjadikan cuitan warganet tersebut tidak bisa dianggap remeh.
Hal berlainan justru diperlihatkan media mainstream,  yang selalu menampilkan prestasi dan menyorot citra pribadi yang bersahaja. Sehingga, bagi yang tidak mendapatkan ruang akan mencari media lain untuk menampilkan “sisi lain” pemerintah. Jagat maya telah menjadi sarana untuk masyarakat mencurahkan isi hatinya. Pada saat media mainstream tidak lagi memberikan kepuasan akal sehat dan kejujuran.
Slogan Kerja Kerja Kerja memang sangat terlihat dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran sehingga mengeluarkan banyak modal yang tentunya berasal dari hutang. Namun kenyataanyanya, mega proyek tersebut kebanyakan tidak berfungsi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pembangunan beberapa Bandar udara baru yang sebenarnya tidak mendesak tetap dilakukan dengan dana yang tidak sedikit, sehingga menjadi mubazir. Melihat banyak aspek lain yang seharusnya menjadi fokus perhatian pemerintah.
Pembangunan jalan tol, namun mematok tarif yang tinggi sehingga hanya segelintir orang saja yang dapat melajukan kendaraan diatasnya. Dampaknya bagi para pemilik usaha kecil lah yang sangat kian terasa dengan pembangunan tol ini yaitu menghilangnya para konsumen yang biasa melewati jalan non-toll.
Belum lagi, kasus harga tiket pesawat jurusan domestik yang lebih mahal dibandingkan dengan jurusan internasional, bahkan bagasi berbayar, hingga saat ini tak ada solusinya. Imbas dari kenaikan harga akomodasi udara ternyata berpengaruh pada kegiatan pengiriman oleh sejumlah ekspedisi yang menaikan harga ongkos kirim. Akibatnya, harga barang pun ikut naik.
Penyebab utama dari kerusakan negeri kita hari ini hanya satu, yaitu tidak adanya pemimpin yang adil. Yaitu pemimpin yang menetapkan sesuatu pada tempatnya. Menempatkan aturan Allah sebagai pedoman kehidupan individu, bermasyarakat dan bernegara merupakan suatu bentuk keadilan yang seharusnya dipegang erat.
Fenomena seperti ini sangat wajar dinegara demokrasi, karena standar kriteria calon pemimpin berlandasakan bukan pada apa yang telah Allah berikan. Sehingga, pemimpin yang terpilih bukan pemimpin yang adil, bahkan orang kafirpun dapat terpilih.
Peraturan yang seharusnya bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, diganti menjadi peraturan produk sendiri. Sehingga, yang bermain adalah kepentingan dari berbagai pihak yang dekat dengan pemerintah. Bukan lagi mementingkan kebutuhan rakyat.
Kesadaran sebagai makhluk yang lemah dan terbataspun tidak ada lagi, sehingga merasa mampu untuk menandingi aturan Allah. Padahal kerusakan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi akibat diterapkannya hukum buatan manusia ini.
Penerapan peraturan selain dengan hukum Allah merupakan sebuah kedzaliman yang nyata. Selain membawa kepada kerusakan, rakyatpun digiring kepada kemaksiatan. Tentunya menjadi sebuah keharaman untuk memilih pemimpin dzalim. Yang memberikan jarak antara agama dari kehidupan dan berpolitik dan bernegara.
Jadilah pemilih yang cerdas, dengan hanya ingin dipimpin oleh pemimpin yang taat kepada Allah dan RasulNya dan tidak tergoda dengan janji palsu dan materi. Marilah bersama-sama untuk menginstall aturan Allah dalam setiap sendi kehidupan kita.

Komentar

Postingan Populer

Pengunjung

Flag Counter