Bulan Rajab, Bulan Penuh Kemuliaan, Momentum Terapkan Islam Kaffah
Tak terasa kita sudah berada di Bulan Istimewa, yakni bulan Rajab. Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam surat At-Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman bahwa terdapat empat bulan haram yang dimuliakan dan wajib dijaga kehormatannya. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dilarang berbuat zalim, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sejarah mencatat banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab, menunjukkan betapa istimewanya bulan ini.
Makna bulan haram adalah bulan yang disucikan, dimuliakan, dan dihormati. Dalam bulan ini, kaum muslimin diperintahkan untuk menjauhi segala bentuk kezaliman. Beberapa peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi di bulan Rajab, seperti hijrahnya kaum muslimin ke Habasyah pada tahun ke-5 kenabian, peristiwa Isra Mi’raj yang menjadi momen diterimanya perintah sholat, dan pengukuhan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia ketika beliau menjadi imam para nabi di Baitul Maqdis. Di bulan ini pula terjadi pertemuan pertama Nabi SAW dengan kaum Anshar yang menjadi tonggak berdirinya Negara Islam di Madinah, menjamin terlindunginya darah, harta, dan jiwa kaum muslimin.
Rajab juga menjadi saksi peristiwa penting lainnya, seperti peralihan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram yang menurut Tafsir Ibnu Katsir terjadi setelah 16 atau 17 bulan hijrahnya Nabi SAW ke Madinah. Selain itu, bulan ini juga mencatat pengiriman detasemen Abdullah bin Jahsy yang memicu perang Badar, serta Perang Tabuk di tahun 9 Hijriah. Generasi selanjutnya juga menorehkan sejarah penting di bulan Rajab, seperti penaklukan Damaskus pada tahun 14 Hijriah dan kemenangan dalam Perang Yarmuk pada tahun 15 Hijriah. Bahkan, Baitul Maqdis berhasil direbut kembali pada 28 Rajab 538 Hijriah oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.
Dengan begitu banyak peristiwa bersejarah, Rajab seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal shalih, dan menjalankan dakwah serta jihad. Namun, ironisnya, saat ini banyak umat Islam yang terjebak dalam kehidupan sekuler yang menjauhkan agama dari berbagai aspek kehidupan. Ideologi selain Islam, seperti sosialisme-komunisme dan kapitalisme-sekuler, justru menciptakan kerusakan dengan menjadikan manusia sebagai pengatur kehidupan, yang pada akhirnya merugikan umat.
Sebagai umat Islam, kita perlu menjadikan bulan Rajab sebagai momentum untuk kembali kepada aturan Allah SWT, memperjuangkan penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, dan menghidupkan semangat dakwah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dengan semangat ini, diharapkan Islam dapat kembali menjadi sistem kehidupan yang membawa kemuliaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Wallahu a’lam bishawab.

Komentar
Posting Komentar